Maaf Ayah, Aku Kecanduan Dihubungi dari Belakang! Penuh Hingga Dalam, Lalu Ditumpahkan ke Mulut.

“Kamu menyesal, Santi?”, ujarku sambil mencium pipinya. Bokep SMA Lagian kalaupun bisa, aku sebenarnya nggak ingin bermimpi tentang kamu, Santi”, jawabku pura-pura memelas. Eksanti menatapku sendu lalu mengangguk pelan sebelum memejamkan matanya. Aku hanya ingin memelukmu tanpa ada rasa takut, itu saja. Aku tidak peduli lagi. Aku merasa aneh atas sikapnya yang berubah-ubah dan suka menggoda. Punggungnya melengkung indah. “Occhh.. Aku tak peduli lagi. Posisi kami kini sama-sama tinggal mengenakan celana dalam. Aku tidak peduli lagi. Bukannya terkejut, malah sebaliknya dia tertawa mendengar bualanku. Aku masih ingat, ia memang selalu tampil ke kantor dengan pakaian casual setiap hari Jum’at. dan sesekali bergoyang untuk menetralisir ketegangan yang dialaminya.“Mas, nanti kita terlalu jauh, Mas..”, ujarnya perlahan sambil menatap sayu ke arahku.

Maaf Ayah, Aku Kecanduan Dihubungi dari Belakang! Penuh Hingga Dalam, Lalu Ditumpahkan ke Mulut.