Malam Panas Bibi Desi India yang Menggoda
Selagi Ana meliuk-liukkan tubuhnya dengan ganas, kulepas dengan tiba-tiba kedua jariku dari kedua lobangnya. Vidio Porno “Ana.., kalo Mas?”
“Nanti di telepon aja, dinding-dinding sini bertelinga”, kataku sok gentle.Kuterima kunci kamar yang ia sorongkan, tak luput aku pegang tanganya yang menjulurkan kunci. Sedangkan Sari dan Noni tampak kelelahan duduk di belakang mobil yang mengantarkan kami ke hotel tempat kami biasa beristirahat.Sebenarnya Sari dan Noni cukup cantik untuk menjadi teman apa dan ke mana saja. Dan hebatnya lagi, Ana langsung bangkit dari dadaku.“nova.., sudah malam.., aku pulang dulu..”
Aku cuma melongo tapi tak mampu untuk bangkit apalagi mencegahnya, mataku berkunang-kunang saat Ana selesai berpakaian, dan akupun tertidur karena kecapaian.Aku terbangun saat jam menunjukkan pukul empat pagi. Tubuhnya biasa, tingginya biasa, hanya saat kami bertemu pandang ada sedikit aliran darah yang ‘salah’ masuk urat rasanya.“Ini kuncinya Mas”
“Lho kok Mas?”
“Ini sekalian ID-nya Mas, saya juga orang jawa kok..”
“Jawa?”
“Iya saya dari Solo, Mas pasti
