Ayah Tiri Menghajar Lubang Pantat Anak Tiri yang Nakal

Tinggallah aku
sendiri. Bokep Tante Saat
kudengar langkah Kak Tina, segera kuletakkan di tempatnya. Pengalaman yang tak pernah kudapat
sebelumnya. Tampak raut wajah Kak Tina berubah. Bikin malu saja”, Kata Kak Tina. Dadanya yang membusung
turun naik ketika dia menarik nafas. Dia tetap tenang. Sesekali aku ingin juga membaca novel lainnya, tapi Kak Tina tak
pernah mengijinkan aku menyentuh apa lagi membaca novel-novel itu. Keringatnya mengucur, bau badannya tercium
begitu menyengat. Mengelus-elus
si kecil yang telah bangun. Aku pun berdiri. Aku
terus membacanya, jakunku yang mulai tumbuh bergerak-gerak menelan
ludah. Aku tak punya keberanian untuk
membongkar paksa. Tinggallah aku
sendiri. Tempat tidurku terdengar berderak. “Sana, Urus sapi”, Usirnya kepadaku. Tiada lagi
teman tidurku. Dengan ragu-ragu, kuletakkan pula kedua tanganku di
pahanya. Baunyapun beda, seperti bau akasia. Tangan Kak Tina yang kanan mencengkeram pahaku. Aku terdiam terpaku. Pengalaman yang tak pernah kudapat
sebelumnya. Aku
pun menurut.

Ayah Tiri Menghajar Lubang Pantat Anak Tiri yang Nakal