Gadis Desi yang Menggoda

“Nama yang bagus, lagi menunggu siapa Vi?” tanya saya. Bokeb Paha putih mulus tersebut hanya tertutup sedikit di bagian atas oleh rok mini biru tuanya yang berwarna hitam. Di belakang saya Andi juga memasukkan nomor tersebut ke HP-nya. Tahu diri, saya pamit pada mereka.Benih-benih cinta mulai bersemi di hati saya dan Vivi. Karena posisi saya yang berada di bawah, saya bisa melihat celana dalam hitamnya yang mengintip malu-malu di antara kedua pahanya. “Temen saya, janjian mau datang. Rupanya saat itu Vivi mentraktir Andi bersama dengan teman-teman SMA-nya. Ada nada haru di suaranya. Akhirnya saya tahu bahwa dia belum punya cowok. Saya singgah sebentar di Bakmi Gajah Mada dan membeli dua bungkus bakmi. Dia tersenyum..

Gadis Desi yang Menggoda