Aften Opal Pulang ke Rumah untuk Bercinta
Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah kuurusi. “Ummi… isteri sholihah itu tak hanya pandai ngisi pengajian, tapi dia juga harus pandai dalam mengatur tetek bengek urusan rumah tangga. Bokeb Tes! Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak keaseman, ya kepedesan!” Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.“Sabar Bi, Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu. Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! Katanya mau jadi isteri shalihah? “Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,” aku membathin.Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku
