Kakak Tiriku yang Nakal Merebus Keperjakaanku Sebelum Kuliah
“Iya, Tante”, sahutku.Dan memang tepat jam tujuh malam aku datang ke rumah Lidya. Keharuman yg tersebar dari badannya tak membuatku bergeming.Lidya mengambil tanganku dan menggenggamnya. Bokep Barat “Bobby”, sahutku tetap dgn nada bangga.Tante Amanda meminjamnya sebentar untuk berjalan-jalan. Dan aku menurut saja saat dimintanya berbaring. Karena sikap dan tingkah laku sehari-hariku masih, dan aku belum bisa bersikap atau berpikir secara dewasa.Tanpa diduga sama sekali, aku bertemu dgn Lidya. Tiba-tiba saja Lidya. “Cinta..?” aku mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum. Namun Lidya tampaknya juga tak peduli. Dua kakakku perempuan semuanya. Sedangkan aku tetap diam, tak memberikan reaksi apa-apa. Lidya kembali menghujani wajah, leher dan dadaku yg sedikit berbulu dgn ciuman-ciumannya yg hangat dan penuh gairah membara.Memang Lidya begitu aktif sekali, berusaha membangkitkan gairahku dgn berbagai macam cara. Keharuman yg tersebar dari badannya tak membuatku bergeming.Lidya mengambil tanganku dan menggenggamnya.
