Mama dan temanku, main-main di ranjang sambil ngomongin gue.
“Tak.., tak ada apa-apa, sahut Lidya sembari merapihkan pakaiannya.Aku bangkit dan duduk di sisi pembaringan. Bokep Mama Namun Lidya tampaknya juga tak peduli. Lidya hanya diam saja. Lidya melepaskan pagutannya dan menatapku, Seakan tak percaya kalo aku sama sekali tak bisa apa-apa.“Kenapa diam saja..?” tanya Lidya merasa kecewa atau menyesal karena telah mencintai laki-laki sepertiku.Namun tak.., Lidya tak menampakkan kekecewaan atau penyesalan Justru dia mengembangkan senyuman yg begitu indah dan manis sekali. Namun Lidya malah membalasnya dgn sinar mata yg saat itu sangat sulit ku artikan.“Kenapa kau menciumku..?” tanyaku polos. Lidya berada tepat di atas badanku, sehingga aku bisa melihat seluruh lekuk badannya dgn jelas sekali. “Sudah jangan banyak tanya. Lidya hanya diam saja. Namun aku masih tetap diam, tak tahu apa yg harus kulakukan. Waktu itu aku melihat ada kekecewaan tersirat di dalam sorot matanya.
